CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Monday, April 6, 2009


I need the comfort,
That's in your arms,
Squeeze and hold me tight, and keep me warm
I need the passion,
That's in your heart,
Say you'll never leave and be apart

So don't walk away,
Don't turn your back,
If you leave today,
My whole world would turn black,
So don't walk away,
Don't change your mind,
It's time you took the chance,
And put your hand in mine,
So don't walk away

I need the glow of,
Your darling face
Accept this crown of love,
And live in grace
I need the colors,
Painted in your mind
Your beauty and your brilliance,
So hard to find

So don't walk away,
Don't turn your back,
If you leave today,
My whole world would turn black,
So don't walk away,
Don't change your mind,
It's time you took the chance,
And put your hand in mine,

You are my angel,
Please don't be afraid
You are my saving grace,
My hearts first aid
So don't walk away,
So don't walk away

So don't walk away,
Don't turn your back,
If you leave today,
My whole world would turn black,
Don't walk away,
Don't change your mind,
It's time you took the chance,
And put your hand in mine,
So don't walk away
Don't walk away
So don't walk away

read more “ ”

Thursday, March 12, 2009




Lewat Children of the Lamp, P. B. Kerr menghidupkan kisah para Jin dalam nuansa dongeng mutakhir. Para jin yang menjadi pengguna ponsel ini tidak lagi mesti tinggal dalam botol sebelum dibebaskan manusia. Mereka memiliki kehidupan yang baik dan bisa melanglang buana kapan saja. Hanya mereka kerap terserang penyakit turunan, yaitu klaustrofobia, gara-gara 'trauma' terjebak dalam lampu atau botol. Untunglah ada obat untuk mengatasinya, pil arang. Sebagai penjaga semua keberuntungan di alam semesta, jin tetap bisa memberikan manusia tiga permintaan. Bahkan, hanya dengan mendengar manusia berharap sesuatu dan jin tersentuh, harapan itu akan menjelma nyata. Masalah permintaan dalam dunia jin diatur oleh protokol yang disebut The Baghdad Rules. Berbeda dengan sejarah jin, Kerr memilah dunia jin ke dalam 6 suku dan bukannya 4. Mereka terdiri atas marid, jinn, jann, ifrit, syaitan dan ghul. Kerr juga menyatakan jika Iblis adalah jin paling kuat dari suku Ifrit (bukan syaitan). Ketika diberi pilihan untuk memilih kebaikan atau kebatilan, marid, jinn dan jann memilih kebaikan, sisanya memilih kebatilan. Suku-suku jin yang jahat –ifrit, syaitan, dan ghul- melakukan hal-hal yang mengerikan. Tidak hanya kepada sesama jin, tapi juga kepada manusia. Selain itu dalam dunia jin, Kerr menciptakan apa yang disebut homoeostatis, yaitu keseimbangan antara kebaikan dan kebatilan yang diukur menggunakan alat seperti jam bundar besar yang disebut tuchemeter. Ketika jin jahat melakukan tindak kejahatan, jarum tuchemeter akan menunjuk ke kiri homoestatis yang berarti keadaan buruk (kanan berarti baik). Menjadi jin diawali dengan tumbuh dan dicabutnya geraham bungsu pada anak jin. Jika pada manusia, geraham bungsu atau gigi naga tidak mempunyai tujuan yang jelas, pada jin, gigi-gigi itu adalah pertanda kekuatan jin siap digunakan. Begitu gigi naga dicabut, kehidupan jin yang sesungguhnya telah dapat dimulai dan orangtua tidak bisa lagi mencegah kehidupan jin si anak. Hal itu dialami sepasang anak kembar bernama John dan Philippa Gaunt pada hari pertama liburan musim panas ketika mereka berusia 12 tahun. John dan Philippa adalah anak dari Edward Gaunt, seorang bankir investasi tajir dan baik hati yang tinggal di New York. Meski berpenampilan jelek, Edward dikaruniai istri yang cantik. Layla, sang istri, adalah jin perempuan yang bertangan dingin. Tetapi, kendati kehidupan mereka bahagia, keduanya tidak bisa menepis takdir. Sudah takdir dalam dunia jin, jin perempuan yang menikahi manusia akan melahirkan anak-anak jin, dan jin laki-laki yang menikahi manusia hanya akan menurunkan anak-anak manusia (ternyata jin berjenis kelamin). Hal ini berarti, John dan Philippa tidak bisa menyangkal takdir mereka sebagai jin. Sekalipun Layla telah berjanji kepada Edward untuk membesarkan si kembar sebagai manusia normal. Ketika dibius total untuk pencabutan gigi naga, John dan Phillipa bermimpi. Dalam mimpi mereka bertemu Nimrod, paman mereka, saudara Layla yang tinggal di London. Nimrod mengundang mereka untuk berkunjung ke London. Di London, John dan Philippa mengetahui jati diri mereka. Sebagai jin muda, si kembar wajib mendapatkan pelajaran tentang dunia jin lengkap dengan penggunaan api lembut dalam diri mereka sebagai sumber kekuatan. Selain Nimrod, ada Mister Rakshasas, jin penderita agorafobia, yang bisa mengajari seluk-beluk dunia jin. Menurut Nimrod, pengetahuan dunia jin sangat penting bagi John dan Philippa. Apalagi sudah ada pekerjaan yang menanti mereka sebagai bagian dari suku Marid. Untuk melatih John dan Philippa, tidak ada tempat yang lebih tepat selain negara gurun Mesir, tempat jin akan selalu berada dalam kondisi terkuat. Sebelumnya telah terjadi gempa bumi di Mesir yang membuat jarum tuchemeter menunjuk ke arah kiri. Hussein Hussaout, seorang perampok makam yang paling sukses di Mesir, telah menemukan artefak penting bagi dunia jin. Artefak temuan Hussein adalah peta lokasi makam Akhenaten, raja Mesir dari Dinasti ke-18 yang dikenal sebagai suami Nefertiti. Untuk mendapatkan artefak itu, Nimrod kukuh bersaing dengan suku Ifrit. Ia bahkan menyanggupi permohonan Nimrod untuk mendapatkan 3 permintaan sekalipun sadar hal itu akan mengurangi kekuatan hidupnya. Tentu saja, Iblis tidak mau membiarkan Nimrod mendapatkan artefak tersebut. Ia memiliki teknik sendiri untuk mengalahkan Nimrod. Dan Nimrod beserta si kembar terpaksa mesti kembali ke London, bahkan meretas jalan ke Kutub Utara untuk mempertahankan hidup mereka dan melindungi manusia. Pertanyaannya, mengapa penemuan makam Akhenaten yang dilahirkan sebagai Amenhotep IV ini menjadi sangat penting bagi para jin seperti Iblis dan Nimrod? Untuk menjawab pertanyaan ini, P. B. Kerrr memelesetkan sebagian sejarah yang dikenal umum tentang kehidupan Akhenaten dan pemerintahannya. Seperti diketahui, Amenhotep IV atau Akhenaten, memperkenalkan kepercayaan monoteisme dengan jalan menyingkirkan semua dewi Mesir kuno (Isis, Seti, Anbis, Thoth) dan melakukan penyembahan hanya kepada dewa matahari yang bernama Aten. Revolusi agama yang dilakukan Akhenaten yang membuatnya disebut Firaun Bidah berbuntut kepada hancurnya pemerintahannya. Ia tidak bisa menangkis serangan musuh dan melarikan diri untuk kemudian menghilang tanpa jejak. Oleh Kerr, disebutkan jika kekalahan Akhenaten disebabkan tidak hanya serangan musuh, tetapi juga karena jin-jin yang tidak menyukai Akhenaten. Bahkan, Kerr berhipotesis jika praktik pemujaan dewa matahari ala Akhenaten sesungguhnya adalah pemujaan terhadap kekuatan kolektif 70 jin yang diikat Akhenaten (yang tentu saja, dalam novel ini, tidak benar, jika Akhenaten adalah majikan para jin itu). Ketika Akhenaten melarikan diri dan menghilang tanpa jejak, diyakini ia telah terkubur bersama dengan 70 jin yang diikatnya. Dengan jumlah yang cukup banyak, wajarlah jika suku Ifrit (yang jahat) dan suku Marid (yang baik) berkompetisi untuk menemukan makam Akhenaten. Yang lebih dulu menemukan, akan menjadi majikan bagi 70 jin yang akan dibebaskan. Berpihaknya 70 jin Akhenaten pada yang jahat, akan mengusik homoeostatis ke dalam keadaan buruk. Akibatnya, berbagai nasib buruk akan menimpa manusia (mundane), masalah dan kecelakaan tak terhindarkan. Keadaan ini akan membuat jin baik seperti suku Marid bekerja lebih keras untuk melawan kekuatan nasib buruk. Pada gilirannya, kerja keras jin baik ini akan mempercepat padamnya kekuatan mereka, mengancam kehidupan mereka, dan kemudian akhirnya menghancurkan kehidupan mundane. Apakah kebenarannya seperti itu? Penemuan Akhenaten dan jin koleksinya akan menjawab secara mengejutkan pertanyaan ini. Tak pelak lagi dengan kehidupan jin beserta intrik dan misteri di dalamnya, The Akhenaten Adventure, buku pertama dari serial Children of the Lamp, menjadi sebuah novel yang menarik. Kejutan-kejutan diciptakan dan diolah dengan memikat, kemudian diasimilasikan dengan humor yang menggelitik. Bayangkan, oleh Kerr, disebutkan jika Nimrod pendiri Menara Babel (dalam Injil) sebagai leluhur jin. Disebutkan juga jin suku Ifrit telah menciptakan banyak permainan judi yang merusak manusia dan punya beberapa lusin kasino di Macao, Monte Carlo, dan Atlantic City. Suku Ifrit juga dikatakan telah menyebabkan kebakaran besar di San Fransisco pada tahun 1906 dan menyebabkan ledakan gunung Krakatau tahun 1883 di Indonesia. Belum lagi, mumi Putri Amen-Ra yang diduga menyebabkan karamnya kapal Titanic. Kehidupan Akhenaten yang diparodikan tidak hanya menjadi bagian yang mengejutkan, tetapi juga menjadi bagian paling penting dari keseluruhan novel. Di seputar kehidupan Akhenaten-lah kisah dalam The Akhenaten Adventure ini berpusar. Untuk memperkuat cerita, Kerr menciptakan hantu Akhenaten. Dan karena jin yang merasuki Akhenaten begitu kuat, saya jadi bertanya, siapakah jin Ifrit yang merasuk ke dalam hantu Akhenaten? Lalu, mengapa jin ini membiarkan dirinya menghilang bersama Akhenaten? P. B Kerr adalah pseudonim yang digunakan Philip Kerr, penulis kelahiran Edinburgh (1956), ketika menulis serial Children of the Lamp. Dengan nama Philip Kerr, ia telah menulis novel-novel seperti Trilogi Berlin Noir, A Philosophical Investigation, The Second Angel, dan Hitler's Peace. Novel-novel Children of the Lamp yang hak pembuatan filmnya telah dibeli Dreamworks telah terbit sebanyak 4 judul. Masing-masing adalah The Akhenaten Adventure (2004), The Blue Djinn of Babylon (2005), The Cobra King of Kathmandu (2006), dan The Day of the Djinn Warrior (2007). Novel kelima, Eye of the Forest terbit tahun 2009. Bagi saya, setelah saptalogi Harry Potter (J. K. Rowling) dan Trilogi Bartimaeus (Jonathan Stroud), Children of the Lamp menjadi serial yang wajib dibaca. Dunia fantasi produk P. B. Kerr yang mengagumkan terasa sayang untuk dilewatkan. Jika dalam serial Harry Potter J. K. Rowling menyebut manusia sebagai muggle, dalam Trilogi Bartimaeus Jonathan Stroud menyebut manusia sebagai comoner, dalam Children of the Lamp, P. B. Kerr menyebut manusia sebagai mundane. Meskipun terkesan mengekor untuk menciptakan istilah baru, ketiga serial ini memiliki kisah dengan keasyikan yang berbeda. Edisi Indonesia Children of the Lamp #1 ini terbilang tidak mengecewakan karena bahasanya yang enak dibaca. Meski tidak cukup mengganggu, pada cetakan berikutnya, kesalahan cetak sebaiknya dihilangkan supaya kenikmatan membaca lebih terjaga.
read more “ ”

Kutukan Mumi Kapal Titanic

Putri Amen Ra dari Mesir, believed to be living in 1500 years before Christ. Dia lebih dikenal sebagai Priestess Amen Ra, karena sebenernya ga teridentifikasi dia itu siapa, sedangkan dia ditemuin di deket kuil Amen Ra dan dikubur dalam peti yang menandakan tingkat sosial tinggi. Waktu akhirnya dia meninggal, dia dimasukkin dalam peti kayu berukir dan dikubur di Luxor, on the banks of the Nile.

Muminya ditemuin tahun 1890 sama 4 jutawan muda Inggris, dan kemudian dilelang di antara mereka sendiri. Anehnya, setelah peti itu dia bawa pulang ke hotel, tiba-tiba dia jalan ke arah gurun dengan gaya paralyzed dan ga pernah balik lagi.

Besoknya, satu rekannya kena peluru nyasar sampe tangannya harus diamputasi. Rekannya yang laen found all his savings were blocked. Dan rekannya terakhir tiba-tiba sakit parah sampe kehilangan pekerjaannya dan jatuh miskin. Mumi itu akhirnya dibeli oleh seorang jutawan London. Setelah transaksi, 3 anggota keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas dan rumahnya sendiri terbakar. Akhirnya, mumi itu disumbangin ke British Museum.

Waktu ngangkut mumi ini aja, truknya kecelakaan dan mengakibatkan satu orang luka. Anehnya, dua kru yang laen pulang selamat, tapi meninggal secara misterius hari berikutnya. Bahkan waktu dipajang pun, ada penjaga malam yang meninggal waktu ngejaga nih mumi, sehingga ga ada yang mau jaga ataupun bersihin sarkofagus sang putri. Sekali ada pengunjung nepuk debu disana, dan besoknya anaknya meninggal karena cacar mendadak.

Akhirnya, mumi yang dijuluki pembawa sial alias UNLUCKY MUMMY ini dipindah ke basement. Seminggu kemudian, salah satu orang yang mindahin tiba-tiba sakit, dan supervisornya meninggal mendadak di meja kerjanya. Konon ada wartawan yang bunuh diri gara-gara shock atas ‘penampakan’ yang ketangkep jepretan fotonya.

Setelah berpindah tangan, percobaan eksorsisme, dan 20 orang lebih mengalami kesialan (bahkan kematian!) akibat mumi ini, akhirnya seorang arkeologis Amerika ngebeli tuh mumi untuk dipindahin ke New York.

Bulan April 1912, pemiliknya dengan bangga mendampingi koleksi barunya berlayar ngelewatin Samudra Atlantik dengan kapal baru White Star Liner tujuan New York. Malam tanggal 14 April, the ship hit an iceberg and sank approximately 2 hours and forty minutes later. The princess accompanied like about 1,517 passenggers in a trip to Davy Jones’ Locker. The name of the ship was Titanic.

Ada juga yang bilang kalo Titanic tuh terkutuk gara-gara nomor serinya, yaitu 390904, which when read as it’s reflected on the water, bisa dibaca jadi ‘NO POPE’ yang merupakan slogan menentang Katolik Roma yang dibuat sama kaum ekstrim Protestan di kawasan Irlandia Utara, yang merupakan tempat Titanic dibangun.
read more “ ”

Tuesday, February 17, 2009

Lynx

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
Lynx[1]
Canadian Lynx
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Carnivora
Family: Felidae
Subfamily: Felinae
Genus: Lynx
Kerr, 1792
Type species
Felis lynx
Linnaeus, 1758
The overall range of Lynx species.
The overall range of Lynx species.
Species

Lynx lynx
Lynx canadensis
Lynx pardinus
Lynx rufus

A lynx is any of four medium-sized wild cats. All are members of the genus Lynx, but there is considerable confusion about the best way to classify felids at present, and some authorities classify them as part of the genus Felis. The Caracal, despite sometimes being called Persian Lynx or African Lynx, does not belong to this genus.

Appearance

A Canadian Lynx from the Philadelphia Zoo with distinct lynx tip and ruff with black bars.

Lynx have short tails and characteristic tufts of black hair on the tip of their ears. They have a ruff under the neck, which has black bars (not very visible), resembling a bow tie. They have large padded paws for walking on snow, and long whiskers on the face. The body color varies from medium brown to gold-ish to beige-white; and occasionally, is marked with dark brown spots, especially on the limbs. All species of lynx also have white fur on their chests, bellies and on the insides of their legs which are extensions of the chest and belly fur. Also, the lynx's coloring, fur height and paw size varies by its climate range- in the Southwest US, the fur and color are short-haired, dark and the paws are smaller and less padded, as the lynx ranges to its colder Northern climes, the fur gets progressively thicker (for warmth), the color gets lighter (for camouflage) and its paws enlarge and become more padded for snowy environments.

Behavior

Lynx are usually solitary, although a small group of lynx may travel and hunt together occasionally. Mating takes place in the late winter and they give birth to 2 to 6 kittens once a year. The young stay with the mother for one more winter; and then, the young adults can live on their own. Lynx will have their dens in crevices or under ledges. They feed on a wide range of animals from Reindeer, Roe Deer, small Red Deer, and Chamois, to smaller, more usual prey: birds, and small mammals, like snowshoe hares, fish, sheep, and goats.

Habitat

The lynx inhabits the high altitude forests with dense cover of shrubs, reeds, and grass. Although the cat hunts on the ground, it can climb trees, and it swims, catching fish. Even though the lynx is found in the northern regions of Scandinavia, it is primarily found in North America and also in pockets in the Himalayas.

Since the beginning of the 20th century, the Eurasian Lynx was considered extinct in the wild in Slovenia and Croatia. A resettlement project (begun in 1973) has successfully re-introduced the lynx to the Slovenian Alps and the Croatian regions of Gorski Kotar and Velebit, including Croatia's Plitvice Lakes National Park and Risnjak National Park. In both countries, the lynx is listed as an endangered species and protected by law. Lynx-spotting can be arranged in cooperation with the Risnjak National Park. Several lynx-resettlement projects begun in the 1970s have been successful in various regions of Switzerland. Since the 1990s, there have been numerous efforts to resettle the Eurasian Lynx in Germany. The lynx is found in the Białowieża Forest in northeastern Poland and in Estonia. The critically endangered Iberian Lynx lives in southern Spain; and previously, in eastern Portugal. In Romania the numbers exceed 2,000, which is the largest population in Europe.[citation needed] Lynx is more common in northern Europe--especially in Estonia, Finland, and the northern parts of Russia.

Lynx kitten

Canadian Lynx have been observed (2006) in the Wet Mountains of Colorado. In recent years, a few lynx sightings were reported in the southern Appalachian Mountains of western North Carolina, specifically in the area from Mount Mitchell across to the Shope Creek Forest area (part of Pisgah National Forrest). One lynx was even caught alive in a cage trap at Graystone Cabins near Barnardsville, NC--the animal was later released into a wilderness area within Madison County, NC. Although the USFWS officials still deny the presence of lynx in the southern Appalachians, the most recent sighting was reported in Sept 2007, along the Shope Creek Forest area. USFWS officials have said, if these were bona fide lynx sightings, they were most likely illegally-held pets, which were released or had escaped. The Canadian lynx is common throughout the boreal forests of Canada, and is especially abundant throughout its northern range when snowshoe hare numbers are high.

read more “ ”

Tuesday, January 6, 2009

Amaryllis, Nama Secantik Bunganya


Sepanjang beberapa tahun ini bunga Amarillis tampak menghiasi halaman rumah-rumah. Kebanyakan berwarna merah dan kadang bercorak garis merah dan putih. Bunga ini tampak cantik sekali karena warnanya dan bentuknya.



Sekali berbunga bisa mencapai 4-6 kuntum. Bentuknya seperti terompet bunga Lili dan besar bunganyapun hampir sama. Mungkin karena kemiripannya ada yang menyebut nama bunga ini Leli.

Amaryllis atau Hippeastrum?
Bunga ini ternyata bukan berasal dari Indonesia. Menurut referensi internet, bunga ini berasal dari daerah Amerika Selatan dan sebagian Afrika. Brasilia dan Argentina menyumbang cukup banyak spesies bunga ini.

Sebenarnya bunga ini dikenal bernama latin Hippeastrum. Sedangkan Amaryllis merupakan nama genusnya (Amarylliceae). Nama hippeastrum lebih dikenal di luar negeri, di Indonesia biasa disebut Amarilis atau Lili.

Hippeastrum punya cukup banyak jenis atau spesies. Contohnya spesies dari Brazil yang terkenal adalah H. Papilio, H. Reticulatum, Worsleya Reyneri, dan lainnya. Tapi saat ini yang terkenal adalah hibrid atau silangannya saja.

Warna dan Corak Bunga Yang Menarik
Warna bunga dari Hippeastrum ini sangat menarik. Ada yang berwarna putih, hijau, merah, merah muda, biru, kuning dan krem. Juga coraknya ada yang bergaris-garis merah muda diatas warna putih, ada juga yang bercorak seperti batik. Selain itu juga ada kelopak bunga ganda (seperti doxon di adenium) yang merupakan hasil silangan.

Karena kecantikannya inilah maka saat ini hasil silangannya sudah banyak bermunculan di dunia dan menjadikan Hippeastrum naik tingkat dari tanaman lanscape menjadi tanaman hias.

Bonggol Mirip Bawang Bombay
Kalau melihat keseluruhan sosok dari Hippeastrum ini seperti kita melihat sosok bawang bombay. Bonggolnya beruas-ruas dan munculnya tunas dari ruas2 tersebut. Karena kemiripannya dengan bawang bombay ini maka untuk memperbanyak Hippeastrum salah satunya adalah dengan mencacah bonggolnya seperti halnya bawang bombay.
Ketahanan bonggolnya saat tidak ditanam juga sebaik bawang bombay. Hippeastrum masih dapat bertahan walau bonggol tidak diletakkan di media selama lebih dari 1 bulan. Hanya saja supaya tidak cepat 'gembos' bonggolnya, Hippeastrum harus diletakkan di tempat yang sejuk dan lembab.

Berumur Panjang dan Berbunga Musiman
Siapa sangka ternyata tanaman bunga ini bisa mencapai 50 tahunan? Seorang hobiis dari Amerika melaporkan dan menunjukkan fotonya kalau ia memiliki Hippeastrum yang usianya lebih dari 50 tahun. Selama 50 tahun itu ternyata Hippeastrum rajin berbunga setahun dua kali.
Musim berbunga Hippeastrum dimulai sejak bulan September hingga Maret. Tapi tidak semua Hippeastrum menganut jadwal berbunga seperti ini, bahkan ada yang tidak berbunga setelah berbunga sekali.
read more “ ”

Monday, January 5, 2009

Novel Twilight-nya Stepheni Meyer. Novel ini sebenernya menurut aku terlalu mengedepankan perasaan, ya..secara ditulis dari sisi tokoh utamanya Isabella Swan yang diceritakan gadis muda umur 18-an dan belum pernah merasakan pacaran, nah loh!. Jadi ceritanya sangat melankolis dan mendayu-dayu. Bella pindah dari kota yang penuh cahaya matahari Phoenix ke kota muram yang sering hujan dan masih dikelilingi hutan lebat; Forks. Kepindahan Bella ini karena ingin mamanya Renee yang menikah lagi tidak terganggu pernikahannya dengan Phil, suami kedua-nya. Bella memilih tinggal bersama Charlie, Ayah biologisnya di Forks.
Semula tinggal di Forks seperti memenjarakan diri dengan sengaja, tapi semua berubah ketika Bella bertemu dengan serombongan keluarga dr.Cullen di Sekolah SMU barunya di Forks. Dan salah satu dari kelurga itu yaitu Edward Cullen yang digambarkan memiliki ketampanan yang jahat,dingin namun misterius dan sempurna. Keluarga dr.Cullen yang semuanya Vampire, adalah Vampire yang tidak memangsa manusia..(ada-ada ajah ya!) tapi cuma binatang, sehingga mereka gemar berburu di hutan.
Singkat cerita Bella akhirnya pacaran dengan Edward dan Bella sedikit demi sedikit mengungkap jati diri Edward dan keluarganya. Kebanyakan penduduk Forks tidak ada yang tahu bahwa keluarga dr.Cullen adalah Vampire! Hebat kan?
Rasa penasaran Bella yang menggebu-gebu khas anak muda, membawanya dalam hubungan yang lebih rumit dan dalam dengan Edward. Dan katika ada Vampire dari Koloni lain yang pemburu manusia datang, masalah kemudian timbul. Keluarga Cullen yang sangat membela Bella menjadi sesuatu permainan yang sangat menarik bagi Koloni tersebut. Akhirnya Bella menjadi target buruan bagi koloni tersebut dan Keluarga Cullen tentu saja membelanya mati-matian (eh, Vampire kan udah mati ya..?!).
Lantas bagaimana kisah selanjutnya..jreng-jreng…silakan baca sendiri di Novel Twilight..hehehhe…
Gak seru dong, kalo tak ceritan semua, ntar kejutan-kejutannya jadi gak asik lagi pas baca, karena udah di kasih tahu..ya gak siii…
Baedeweh, meskipun mendayu-dayu, ini novel enak banget dibacanya, Bestseller gitu loh..two tumb up buat Tante Stepheni, jadi kepengan baca kisah lanjutannya, di New Moon-Dua Cinta neehh…
read more “ ”

Tuesday, December 2, 2008

Miley Cyrus - Goodbye



You’re looking me in the eyes

You tell me you love me so

But this is the part where I

Tell you I’ve got to go

You’re holding on to my hand

You tell me I’ve got to stay

But baby this isn’t fair

Cos I have to go away

Don’t want to but I’ve got to

Don’t need to but I want to

Its something that I have to do…

Goodbye, baby its not the end

Goodnight, I know I’ll see you again

Its alright, let me see your smile

Goodbye, goodbye, goodbye just for a little while

No, I won’t apologise

Its what we always said we’d do

Please don’t look at me like you’re surprised

I love you (but I’m leaving for a while)

Don’t want to but I’ve got to

Don’t need to but I want to

Its something that I have to do…

Goodbye, baby its not the end

Goodnight, I know I’ll see you again

Its alright, let me see your smile

Goodbye, goodbye, goodbye just for a little while

You’ve been giving me too much, too much, too much, too much of a good thing

Giving me too much, too much, too much, too much of a good thing

Giving me too much, too much, too much, too much of a good thing

And I don’t want anything to spoil this moment with you, ooh

Goodbye, baby its not the end

Goodnight, I know I’ll see you again

Its alright, let me see your smile

Goodbye, goodbye, goodbye just for a little while…
read more “ ”