CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Tuesday, February 17, 2009

Lynx

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
Lynx[1]
Canadian Lynx
Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Carnivora
Family: Felidae
Subfamily: Felinae
Genus: Lynx
Kerr, 1792
Type species
Felis lynx
Linnaeus, 1758
The overall range of Lynx species.
The overall range of Lynx species.
Species

Lynx lynx
Lynx canadensis
Lynx pardinus
Lynx rufus

A lynx is any of four medium-sized wild cats. All are members of the genus Lynx, but there is considerable confusion about the best way to classify felids at present, and some authorities classify them as part of the genus Felis. The Caracal, despite sometimes being called Persian Lynx or African Lynx, does not belong to this genus.

Appearance

A Canadian Lynx from the Philadelphia Zoo with distinct lynx tip and ruff with black bars.

Lynx have short tails and characteristic tufts of black hair on the tip of their ears. They have a ruff under the neck, which has black bars (not very visible), resembling a bow tie. They have large padded paws for walking on snow, and long whiskers on the face. The body color varies from medium brown to gold-ish to beige-white; and occasionally, is marked with dark brown spots, especially on the limbs. All species of lynx also have white fur on their chests, bellies and on the insides of their legs which are extensions of the chest and belly fur. Also, the lynx's coloring, fur height and paw size varies by its climate range- in the Southwest US, the fur and color are short-haired, dark and the paws are smaller and less padded, as the lynx ranges to its colder Northern climes, the fur gets progressively thicker (for warmth), the color gets lighter (for camouflage) and its paws enlarge and become more padded for snowy environments.

Behavior

Lynx are usually solitary, although a small group of lynx may travel and hunt together occasionally. Mating takes place in the late winter and they give birth to 2 to 6 kittens once a year. The young stay with the mother for one more winter; and then, the young adults can live on their own. Lynx will have their dens in crevices or under ledges. They feed on a wide range of animals from Reindeer, Roe Deer, small Red Deer, and Chamois, to smaller, more usual prey: birds, and small mammals, like snowshoe hares, fish, sheep, and goats.

Habitat

The lynx inhabits the high altitude forests with dense cover of shrubs, reeds, and grass. Although the cat hunts on the ground, it can climb trees, and it swims, catching fish. Even though the lynx is found in the northern regions of Scandinavia, it is primarily found in North America and also in pockets in the Himalayas.

Since the beginning of the 20th century, the Eurasian Lynx was considered extinct in the wild in Slovenia and Croatia. A resettlement project (begun in 1973) has successfully re-introduced the lynx to the Slovenian Alps and the Croatian regions of Gorski Kotar and Velebit, including Croatia's Plitvice Lakes National Park and Risnjak National Park. In both countries, the lynx is listed as an endangered species and protected by law. Lynx-spotting can be arranged in cooperation with the Risnjak National Park. Several lynx-resettlement projects begun in the 1970s have been successful in various regions of Switzerland. Since the 1990s, there have been numerous efforts to resettle the Eurasian Lynx in Germany. The lynx is found in the Białowieża Forest in northeastern Poland and in Estonia. The critically endangered Iberian Lynx lives in southern Spain; and previously, in eastern Portugal. In Romania the numbers exceed 2,000, which is the largest population in Europe.[citation needed] Lynx is more common in northern Europe--especially in Estonia, Finland, and the northern parts of Russia.

Lynx kitten

Canadian Lynx have been observed (2006) in the Wet Mountains of Colorado. In recent years, a few lynx sightings were reported in the southern Appalachian Mountains of western North Carolina, specifically in the area from Mount Mitchell across to the Shope Creek Forest area (part of Pisgah National Forrest). One lynx was even caught alive in a cage trap at Graystone Cabins near Barnardsville, NC--the animal was later released into a wilderness area within Madison County, NC. Although the USFWS officials still deny the presence of lynx in the southern Appalachians, the most recent sighting was reported in Sept 2007, along the Shope Creek Forest area. USFWS officials have said, if these were bona fide lynx sightings, they were most likely illegally-held pets, which were released or had escaped. The Canadian lynx is common throughout the boreal forests of Canada, and is especially abundant throughout its northern range when snowshoe hare numbers are high.

read more “ ”

Tuesday, January 6, 2009

Amaryllis, Nama Secantik Bunganya


Sepanjang beberapa tahun ini bunga Amarillis tampak menghiasi halaman rumah-rumah. Kebanyakan berwarna merah dan kadang bercorak garis merah dan putih. Bunga ini tampak cantik sekali karena warnanya dan bentuknya.



Sekali berbunga bisa mencapai 4-6 kuntum. Bentuknya seperti terompet bunga Lili dan besar bunganyapun hampir sama. Mungkin karena kemiripannya ada yang menyebut nama bunga ini Leli.

Amaryllis atau Hippeastrum?
Bunga ini ternyata bukan berasal dari Indonesia. Menurut referensi internet, bunga ini berasal dari daerah Amerika Selatan dan sebagian Afrika. Brasilia dan Argentina menyumbang cukup banyak spesies bunga ini.

Sebenarnya bunga ini dikenal bernama latin Hippeastrum. Sedangkan Amaryllis merupakan nama genusnya (Amarylliceae). Nama hippeastrum lebih dikenal di luar negeri, di Indonesia biasa disebut Amarilis atau Lili.

Hippeastrum punya cukup banyak jenis atau spesies. Contohnya spesies dari Brazil yang terkenal adalah H. Papilio, H. Reticulatum, Worsleya Reyneri, dan lainnya. Tapi saat ini yang terkenal adalah hibrid atau silangannya saja.

Warna dan Corak Bunga Yang Menarik
Warna bunga dari Hippeastrum ini sangat menarik. Ada yang berwarna putih, hijau, merah, merah muda, biru, kuning dan krem. Juga coraknya ada yang bergaris-garis merah muda diatas warna putih, ada juga yang bercorak seperti batik. Selain itu juga ada kelopak bunga ganda (seperti doxon di adenium) yang merupakan hasil silangan.

Karena kecantikannya inilah maka saat ini hasil silangannya sudah banyak bermunculan di dunia dan menjadikan Hippeastrum naik tingkat dari tanaman lanscape menjadi tanaman hias.

Bonggol Mirip Bawang Bombay
Kalau melihat keseluruhan sosok dari Hippeastrum ini seperti kita melihat sosok bawang bombay. Bonggolnya beruas-ruas dan munculnya tunas dari ruas2 tersebut. Karena kemiripannya dengan bawang bombay ini maka untuk memperbanyak Hippeastrum salah satunya adalah dengan mencacah bonggolnya seperti halnya bawang bombay.
Ketahanan bonggolnya saat tidak ditanam juga sebaik bawang bombay. Hippeastrum masih dapat bertahan walau bonggol tidak diletakkan di media selama lebih dari 1 bulan. Hanya saja supaya tidak cepat 'gembos' bonggolnya, Hippeastrum harus diletakkan di tempat yang sejuk dan lembab.

Berumur Panjang dan Berbunga Musiman
Siapa sangka ternyata tanaman bunga ini bisa mencapai 50 tahunan? Seorang hobiis dari Amerika melaporkan dan menunjukkan fotonya kalau ia memiliki Hippeastrum yang usianya lebih dari 50 tahun. Selama 50 tahun itu ternyata Hippeastrum rajin berbunga setahun dua kali.
Musim berbunga Hippeastrum dimulai sejak bulan September hingga Maret. Tapi tidak semua Hippeastrum menganut jadwal berbunga seperti ini, bahkan ada yang tidak berbunga setelah berbunga sekali.
read more “ ”

Monday, January 5, 2009

Novel Twilight-nya Stepheni Meyer. Novel ini sebenernya menurut aku terlalu mengedepankan perasaan, ya..secara ditulis dari sisi tokoh utamanya Isabella Swan yang diceritakan gadis muda umur 18-an dan belum pernah merasakan pacaran, nah loh!. Jadi ceritanya sangat melankolis dan mendayu-dayu. Bella pindah dari kota yang penuh cahaya matahari Phoenix ke kota muram yang sering hujan dan masih dikelilingi hutan lebat; Forks. Kepindahan Bella ini karena ingin mamanya Renee yang menikah lagi tidak terganggu pernikahannya dengan Phil, suami kedua-nya. Bella memilih tinggal bersama Charlie, Ayah biologisnya di Forks.
Semula tinggal di Forks seperti memenjarakan diri dengan sengaja, tapi semua berubah ketika Bella bertemu dengan serombongan keluarga dr.Cullen di Sekolah SMU barunya di Forks. Dan salah satu dari kelurga itu yaitu Edward Cullen yang digambarkan memiliki ketampanan yang jahat,dingin namun misterius dan sempurna. Keluarga dr.Cullen yang semuanya Vampire, adalah Vampire yang tidak memangsa manusia..(ada-ada ajah ya!) tapi cuma binatang, sehingga mereka gemar berburu di hutan.
Singkat cerita Bella akhirnya pacaran dengan Edward dan Bella sedikit demi sedikit mengungkap jati diri Edward dan keluarganya. Kebanyakan penduduk Forks tidak ada yang tahu bahwa keluarga dr.Cullen adalah Vampire! Hebat kan?
Rasa penasaran Bella yang menggebu-gebu khas anak muda, membawanya dalam hubungan yang lebih rumit dan dalam dengan Edward. Dan katika ada Vampire dari Koloni lain yang pemburu manusia datang, masalah kemudian timbul. Keluarga Cullen yang sangat membela Bella menjadi sesuatu permainan yang sangat menarik bagi Koloni tersebut. Akhirnya Bella menjadi target buruan bagi koloni tersebut dan Keluarga Cullen tentu saja membelanya mati-matian (eh, Vampire kan udah mati ya..?!).
Lantas bagaimana kisah selanjutnya..jreng-jreng…silakan baca sendiri di Novel Twilight..hehehhe…
Gak seru dong, kalo tak ceritan semua, ntar kejutan-kejutannya jadi gak asik lagi pas baca, karena udah di kasih tahu..ya gak siii…
Baedeweh, meskipun mendayu-dayu, ini novel enak banget dibacanya, Bestseller gitu loh..two tumb up buat Tante Stepheni, jadi kepengan baca kisah lanjutannya, di New Moon-Dua Cinta neehh…
read more “ ”

Tuesday, December 2, 2008

Miley Cyrus - Goodbye



You’re looking me in the eyes

You tell me you love me so

But this is the part where I

Tell you I’ve got to go

You’re holding on to my hand

You tell me I’ve got to stay

But baby this isn’t fair

Cos I have to go away

Don’t want to but I’ve got to

Don’t need to but I want to

Its something that I have to do…

Goodbye, baby its not the end

Goodnight, I know I’ll see you again

Its alright, let me see your smile

Goodbye, goodbye, goodbye just for a little while

No, I won’t apologise

Its what we always said we’d do

Please don’t look at me like you’re surprised

I love you (but I’m leaving for a while)

Don’t want to but I’ve got to

Don’t need to but I want to

Its something that I have to do…

Goodbye, baby its not the end

Goodnight, I know I’ll see you again

Its alright, let me see your smile

Goodbye, goodbye, goodbye just for a little while

You’ve been giving me too much, too much, too much, too much of a good thing

Giving me too much, too much, too much, too much of a good thing

Giving me too much, too much, too much, too much of a good thing

And I don’t want anything to spoil this moment with you, ooh

Goodbye, baby its not the end

Goodnight, I know I’ll see you again

Its alright, let me see your smile

Goodbye, goodbye, goodbye just for a little while…
read more “ ”

Friday, October 24, 2008

‘APA KATA ZODIAK’ BENER NGGAK SIH


“Bang, ayo beli Gaul, Keren Beken ame Gadis. Berape semuanye, Bang?” kata Saidah seorang cewek manis berkulit sawo matang.

“Semuenye 25 ribu aja deh. Tapi nta malem temenin abang jalan-jalan ye, mau kagak?” kata bang Sapi’i penjual majalah di simpang tiga dekat rumah Saidah.

“Sori aje ye bang, tapi ntar malem Ida ude ade yang ngajakin jalan-jalan!” kata Idah.

“Yah kecolongan nih gua.” Kata si abang dengan tampang pura-pura marahnya. Terus si abang nyambung lagi.

“Ude dah, pergi dengan abang aje ye. Idah ngak bakalan nyesel kalo jalan ame abang. Gini-gini nih abang pernah jadi coverboy majalah.

“Ude deh bang ngak sah bohong ame aye. Bisa-bisa tuh majalah bangkrut kalo abang yang jadi coverboynya. Lagian cowok aye lebih keren dari abang. Dah ye bang aye mau balik dulu.” kata Idah sambil ngasih duit 25 rebunya ke bang Sapi’i.

☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦

Dengan mengulum senyum Saidah berjalan pulang ke rumahnya. Emang dari dulu bang Sapi’i ngak pernah nyerah. Dia tetap dengan setia ngerayu Saidah yang juga dengan setia nggak mau nerima bujuk rayu bang Sapi’i. dipikirkannya lagi kata-katanya barusan. “Lagian cowok aye lebih keren dari abang.” Cowok keren apaan. Juga ntar malem. Palingan die juga cuma nemenin Nyak nonton sinetron kesayangannya. Cowok keren mana yang mau dengan Idah. Walaupun Idah manis dengan kulit sawo matangnya, ngak bakalan ada cowok keren yang naksir dia. Cowok keren zaman sekarang sukanya dengan cewek-cewek yang berkulit putih bersih. Bukan seperti dia. Cowok keren…… nggak punya. Kulit putih bersih ngak punya. Duh……..pahitnya dunia.

☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦

Setelah sampai di rumahnya, jarum pendek jam kesayangannya sudah mengarah di angka dua. Bergegas dibukanya sampul plastik majalah-majalah yang baru saja dibelinya. Tanpa ba bi bu lagi, dibukanya halaman tentang zodiak. Tujuan membeli majalah tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk melihat ‘Apa kata zodiakmu minggu ini’ Sejak kejadian itu, Saidah nggak bisa lepas dari yang namanya zodiak. Ceritanya begini. Suatu pagi di hari Minggu, bapak Saidah membaca sebuah Koran terbitan daerah. Saidah ikut-ikutan bapaknya membaca. Ia menemukan kolom zodiak. Kata zodiaknya, keuangannya hari ini sangat baik. Ia akan dapat rezeki mendadak. Ia tentu saja nggak pernah percaya dengan penjelasan tersebut. Bapaknya cuma seorang buruh sedangkan ibunya cuma seorang penjual kue. Siangnya salah seorang pamannya datang berkunjung. Sebelum pulang, pamannya menyodorkan uang 100 ribuan. Bukan main kepalang senangnya Idah. Selama ini ia hanya jajan seribu perhari. Itu juga masih untung. Pernah selama sebulan ia tidak jajan. Saat itu krisis moneter. Semua barang melonjak naik. Makan aja susah. Ida hanya berdiri kaku sambil membuka mulutnya. Memandangi tangan pamannya yang menyodorkan uang merah tersebut. Sejak itulah Idah tidak bisa lepas dari zodiak. Ia selalu memutuskan semua hal dalam hidupnya dengan ‘Apa kata zodiak’. Sebenarnya Nyaknya tidak suka dengan tingkah laku Idah yang selalu ‘Apa kata zodiak’. Tapi mau gimana lagi, Idah terlalu keras kepala. Setiap Nyak menasehatinya ia selalu menjawab, “Nyak kan ude tau, zodiak selalu nolong Idah setiap ade masalah, Nyak” dan Idah pun pergi sambil lalu. Nyak hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak semata wayangnya tersebut.

☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦

Dibacanya peruntungannya minggu ini.

PISCES

Peruntungan : Kalau kamu berusaha lebih keras, kamu akan mendapatkan apa yang kamu berusaha lebih keras.

Keuangan : Tidak ada perubahan

Asmara : Cupid kamu akan menembakkan asmara kepada si dia

Kesehatan : Hati-hati dengan kaki kamu

Setelah membaca ‘Apa kata zodiak’ Idah memekik kegirangan lalu disusul dengan pekik kesakitan. Nyak yang lagi asyik-asyik nonton telenovela favoritnya juga memekik histeris lalu berlari kekamar anaknya. Dia ngeliat Idah lagi ngelus-ngelus kakinya.

“Dah, ngapain sih lu teriak-teriak kayak gitu. Kan malu kalo’ ampe didenger ame tetangge. Dikirenye Nyak nyikse elu lagi. Trus ngapain lu ngelus-ngelus tu kaki?”

“Ye Nyak, Anaknya lagi kesakitan kayak gini malah diomelin aje.”

“Emangnye lu sakit ape?’

“Kagak liat anaknye lagi ngelus-ngelus kaki.”

“Kaki lu kenape?”

“Tadi aye loncat-loncat kegirangan trus kesandung meja.”

“Emangnye ade ape lu ampe loncat-loncat kegirangan?”

“Zodiak aye bagus banget nih Nyak.”

“Zodiak lagi....zodiak lagi! Bosen Nyak!” kata Nyak sambil berjalan keruang TV. Trus ngedumel lagi “Gara-gara lu nih acara kesayangan Nyak abis. Duh...kagak bise nonton deh!”

☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦

Disibaknya tirai. Tampak olehnya sepinya jalan berbalut gelap malam. Idah mondar-mandir diruang tamu. Bosen mondar-mandir, ia pun duduk di kursi. Senyum kecil menghiasi bibirnya. Terbayang kejadian tadi pagi diingatannya. Ketika itu ia sedang berjalan menuju kantin bersama Andra, teman sebangkunya. Andra, cewek cantik berkulit putih, berwajah blasteran dengan tubuh tinggi semampai. Beda jauh dengan Idah. Bagai langit dan bumi. Ketika keduanya berjalan menuju kantin, tiba-tiba aja Edho datang menghampiri mereka. Edho, salah satu cowok keren di sekolah Idah. Anak basket, tubuh atletis, bokap tajir pula.

“Hai” sapa Edho.

Idah cuma bengong aja. Baru kali ini dia disapa cowok impiannya. ‘Apa kata zodiak’ kayaknya bener lagi kali ini.

“Nanti malam jalan yuk.” kata Edho

Jalan.Jalan.....berduaan aja. Ya...ampun.

“Nanti malam gue jemput ya. Dah....!”

Yah....memang cuma obrolan singkat. Tapi itu membawa pengaruh besar bagi Idah. Sejak pulang sekolah, Idah udah sibuk milih-milih baju. Semua baju dikeluarkan dari lemarinya. Dicobain satu per satu. Yang nggak cocok dilempar gitu aja. Nyak nggak bisa berkomentar apa-apa tentang kelakuan anaknya.

☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦

Jarum jam udah mengarah ke angka 8. Dipasangnya kupingnya tajam-tajam. Berharap mendengar deru mobil masuk kedalam gang rumahnya. Namun sia-sia. Ia tidak mendengar satu pun tanda-tanda mobil Edho masuk ke gangnya. “Mungkin bentar lagi datang.” bisik Idah dalam hati.

☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦☻☺☼ ♣ ♠ ♥ ♦

Di sebuah pelataran parkir sebuah restoran mewah, dua orang muda-mudi sedang bergandengan mesra. Cowok keren yang bertubuh atletis itu tampak serasi dengan cewek disebelahnya. Cewek putih berwajah blasteran dengan tubuh semampai.

“Dho, makasih ya udah ngajak aku jalan malam ini.”

“Andra, aku yang malah senang bisa jalan sama kamu.”

read more “ ”